windows-linux

Migrasi Windows Active Directory ke Linux Samba OpenLDAP

Windows Active Directory merupakan platform closed source dan menjadi andalan bagi perusahaan-perusahaan yang mempunyai banyak anggaran untuk insfrastruktur TI mereka. Windows AD mempunyai banyak kelebihan dalam memenuhi fungsinya sebagai domain controller, lalu bagaimana dengan perusahaan yang berbudget rendah?

Open source saat ini telah menjelma menjadi one stop solution untuk perusahaan-perusahaan dengan anggaran IT rendah, segala macam kebutuhan dapat dibangun dengan menggunakan FOSS (Free Open Source Software). Organisasi bisnis / perusahaan yang mempunyai karyawan diatas 10 orang memerlukan Domain Control untuk mengatur hak akses mereka terhadap komputer, sayang sekali jika harus mengeluarkan puluhan ribu USD hanya untuk mengatur 10 orang tersebut.

Adalah Linux sebuah sistem operasi open source yang dapat dijadikan sebagai pengganti peranan Windows Server, sedangkan untuk fungsi Active directory, Domain Control dan File Sharing digantikan oleh Samba dan OpenLDAP. Menggeser Windows AD dengan Linux DC (Domain Control) merupakan keputusan yang tidak mudah, hal ini saya alami ketika pertama kali datang ke Jakarta dan melihat 2 makluk ber GUI yang menyediakan service active directory dan sebagai anti virus server (Windows 2003 Server) peninggalan sysadmin sebelumnya. Dan saya hanya berkomentar, weleh-weleh kapan bisa menghilangkan W2k3 dari server room.

Mencari literatur di internet mengenai solusi Linux sebagai domain control tidaklah sulit, hanya saja memahami bagaimana menciptakan Domain Control yang mendukung fail over dan tentunya sebagai single sign on. Meski Linux + Samba + OpenLDAP tidak dapat menggantikan fungsi Windows AD secara penuh (100%) paling tidak 95% service yang diperlukan dapat dipenuhi, namun menurut Samba developer team, Samba nantinya akan dapat menggantikan fungsi active directory secara penuh dan saat ini sudah ada versi betanya.

Motif saya mengganti Windows 2003 Server dengan Linux adalah karena faktor keamanan, setelah server sempat dihajar conficker sehingga aktivitas karyawan cukup terganggu tapi meskipun tidak ada gangguan seperti ini windows server pasti akan direplace, hanya masalah waktu saja. Dan setelah menggunakan Linux + Samba + OpenLDAP yang saya rasakan adalah ketenangan, tenang dari ancaman virus dan server cenderung lebih hemat resource sistem dibanding dengan windows yang memerlukan banyak resource sistem. Hal ini dikarenakan server Linux running diatas CLI dan windows menggunakan GUI, meskipun ketika dibandingkan apple to apple antara Linux dan Windows yang menggunakan GUI Windows masih jauh lebih berat (lebih banyak memakan resource sistem).

Penggunaan Open source sebagai solusi enterprise juga tergantung dari siapa IT leader di suatu perusahaan, generasi 90 an cenderung menggunakan Windows sedangkan generasi muda seperti saya ini cenderung menggunakan Linux. Fenomena ini terjadi hanya karena tahun 90 an Linux masih menjadi momok yang ditakuti banyak orang, dan populasinya juga tidak sepesat sekarang ini. Linux bisa dijadikan sebagai solusi dengan jalan yang sedikit lebih rumit namun jika semua dilakukan dengan baik, OS berlabel GPL ini mampu menggeser Windows Server secara penuh, dalam hal ini, kreativitas dan semangat tinggi mutlak diperlukan.

Migrasi ke Linux? Kenapa tidak? Sudah tidak sulit untuk membangun infrastruktur berbasiskan FOSS, sudah banyak informasi yang memuat cara mudah instalasi server berbasis Linux. Oya, kata Pak Onno “Dengan menggunakan FOSS maka kita telah mengurangi devisa negara”.

3 thoughts on “Migrasi Windows Active Directory ke Linux Samba OpenLDAP

  1. masalahnya sama dengan yang saya hadapi, saya ingin mingrasi ke linux dari windows AD, saya sedang mencari literatur ttg itu tapi msh sulit, apa yang sudah di implementasikan itu apa bisa di share ke saya, saya mau implementasikan di tempat saya.

  2. Sebenarnya banyak literatur yang bisa digunakan, salah satu referensi saya adalah wiki.samba.org disitu cukup banyak yang bisa dipelajari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*