d5000

Bercerai dengan Nikon D5000

Sejak kemarin (6/12/2010)  saya tidak memiliki kamera SLR lagi, keputusan saya untuk menceraikan Nikon D5000 nampaknya sudah bulat dan harap-harap mendapat DSLR dengan level diatasnya. Hm…, mungkin saya akan bercerita tentang pengalaman selama merajut cinta dengan DSLR entry level Nikon D5000.

Saya membeli Nikon D5000 sejak juli 2010 dan tentunya usianya bersama saya masih seumuran jagung, meski demikian pengalaman bersama Nikon D5000 adalah pengalaman saya bersama DSLR untuk pertama kalinya sedangkan sebelum-sebelumnya adalah CUMI (CUma MInjem) :D. Sebenarnya Nikon D5000 sudah cukup powerfull dengan segudang fitur yang dimilikinya dan rasanya sudah cukup untuk kebutuhan saya sebagai hobi. Namun siapa sangka perceraian ini begitu cepat terjadi :D

Beberapa hal yang membuat saya ingin pindah level adalah karena support lensa pada Nikon D5000 cukup mahal, kamera ini mengharuskan lensa bertipe AF-S atau lensa yang sudah menggunakan motor. Huh, saya tidak ingin menghabiskan anggaran hanya untuk membeli lensa, jadi saya pikir sebaiknya sekali membeli body yang bisa untuk segala macam lensa, entah D90 atau D300s (Wow…) :D.

Mungkinkah ini adalah keputusan yang sangat emosional? Mungkin saja, tapi saya tidak ingin menghabiskan uang hanya untuk lensa terus menerus dan saya tidak ingin berhenti membeli lensa karena keterbatasan anggaran :D.


ovz

OVZ Web Panel OpenVZ Web Based Control Panel

OVZ adalah OpenVZ web based control panel yang dapat digunakan untuk memanage hardware, virtual server  yang berbasis OpenVZ Virtualization Technology.  OVZ Web Panel menggunakan lisensi GPL V 2 sehingga dapat digunakan sebagai open source web based virtual administration. Saat ini OVZ Web Panel rilis versi 1.7 stable, yang telah saya uji pada mesin VPS dan berjalan dengan baik. OVZ Web Panel menggunakan ruby, dan dibawah ini merupakan proses installasi saya di CentOS 5.5 64bit: Continue reading “OVZ Web Panel OpenVZ Web Based Control Panel” »


drbd_logo

DRBD & Heartbeat High Availability Cluster

HA atau kependekan dari High Availability merupakan suatu tuntutan dimana ketersediaan service siap setiap saat. Misalnya saja perusahaan A bergerak dibidang online trading atau perusahaan B menerapkan komputerisasi tidak mentolerir adanya downtime. Adalah DRBD sebagai salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membangun infrastruktur clustering. Continue reading “DRBD & Heartbeat High Availability Cluster” »