Konfigurasi IPv6 di NGINX

Sehubungan dengan ditambahkannya IPv6 di server saya, hal yang harus segera saya lakukan adalah dengan meng-enable IPv6 di webserver (NGINX) agar semua domain lebih cihui dengan menggunakan IPv6. Saat ini banyak organisasi telekomunikasi, teknologi informasi yang telah mengaplikasikan IPv6 untuk keperluan sehari-hari mereka, begitu juga dengan corporate tempat saya bekerja yang sedang melakukan improvisasi IPv6 kedalam infrastrukturnya.

NGINX merupakan alternatif web server dari apache yang sudah membumi, namun semenjak saya menggunakan nginx saya cukup terkesan dengan performa NGINX karena memang jauh lebih keren daripada apache, meski untuk urusan modul apache jauh lebih lengkap. NGINX sudah mendukup IPv6 namun secara default module ini harus disertakan pada saat melakukan compile package. Berikut ini adalah step by step bagaimana mengkonfigurasi NGINX dengan dukungan IPv6 dan juga virtualhost dengan menggunakan IPv6…

Langkah pertama adalah memastikan apakah NGINX yang diinstall sudah mendukung IPv6?

$ /usr/sbin/nginx -V
nginx version: nginx/0.8.54
built by gcc 4.1.2 20080704 (Red Hat 4.1.2-48)
TLS SNI support disabled
configure arguments: –prefix=/usr/local/nginx……….  –with-ipv6

Jika terdapat “–with-ipv6” maka nginx telah mendukung IPv6 dan jika tidak ditemukan maka kita dapat melakukan compile ulang dengan menambahkan –with-ipv6 pada saat configure. Selanjutnya adalah mencoba melakukan setting virtualhost agar menggunakan ipv6, langkahnya adalah dengan mengedit konfigurasi virtualhost dengan menambahkan binding port agar listen ke ipv6.

$ sudo vi /usr/local/nginx/conf/vhost/default

server {
listen  80;
listen [::]:80 default ipv6only=on;
listen [::]:443 default ipv6only=on;
server_name _;

“default ipv6only=on” adalah agar port tesebut hanya listen pada ipv6 sehingga tidak bentrok dengan port 80 yang digunakan ipv4, jika default upv4only=on dihilangkan maka akan muncul pesan error seperti dibawah ini:

Starting nginx: [emerg]: bind() to [::]:80 failed (98: Address already in use)
[emerg]: bind() to 0.0.0.0:443 failed (98: Address already in use)
[emerg]: bind() to [::]:80 failed (98: Address already in use)
[emerg]: bind() to 0.0.0.0:443 failed (98: Address already in use)
[emerg]: bind() to [::]:80 failed (98: Address already in use)
[emerg]: bind() to 0.0.0.0:443 failed (98: Address already in use)

Oke, next adalah konfigurasi virtualhost untuk spesifik domain agar listen ke ipv6 dan konfigurasinya seperti dibawah ini:

server {
listen      blog.pnyet.web.id:80;
listen [2406:2400:dc7f::d4e7:130]:80;
server_name  blog.pnyet.web.id;

server {
listen      blog.pnyet.web.id:443;
listen [2406:2400:dc7f::d4e7:130]:443;
server_name  blog.pnyet.web.id;

Simpan konfigurasi tersebut diatas dan lihat apakah binding http port dan https port sudah listen ke IPv6, jika sudah maka hasilnya akan seperti ini:

tcp        0      0 0.0.0.0:80                  0.0.0.0:*                   LISTEN      32580/nginx.conf
tcp        0      0 0.0.0.0:443                 0.0.0.0:*                   LISTEN      32580/nginx.conf
tcp        0      0 :::80                       :::*                        LISTEN      32580/nginx.conf
tcp        0      0 :::443                      :::*                        LISTEN      32580/nginx.conf

Nah, dari tulisan ini saya harapkan agar IPv6 lebih dikenali dan diminati karena semakin menipisnya Ipv4 seperti ozon dibumi :p


tamron1750

Review Tamron SP AF17-50mm F/2.8 XR LD Aspherical IF for Nikon

Saya baru saja membeli lensa wide zoom Tamron SP AF17-50mm F/2.8 XR LD Aspherical IF for Nikon yang merupakan lensa pilihan saya setelah membaca berbagai review di beberapa forum seperti fotografer.net, dpreview.com, kenrockwell.com dan beberapa situs photo review lainnya. Ada beberapa alasan kenapa saya memilih lensa ini dan yang paling make sense adalah masalah kantong :D. Saya sempat berpikir apakah harus mengeluarkan uang sekitar 12 juta rupiah hanya untuk sebuah lensa? Continue reading “Review Tamron SP AF17-50mm F/2.8 XR LD Aspherical IF for Nikon” »