Tanjung Selor

Mengenal Tepian Utara Indonesia

Hari ini (23 Desember 2011) saya melakukan perjalanan ke Tanjung Selor Kalimantan Timur bagian utara. Tanjung Selor merupakan daerah ibu kota dari kabupaten Bulungan, dan kebanyakan orang lebih mengenal Bulungan daripada Tanjung Selor karena di kawasan ini terdapat pelabuhan Bulungan yang menuju Tarakan dan beberapa pulau kecil disekitarnya.Sebenar#1nya saya agak ragu untuk berangkat ke Tanjung Selor, karena menurut kabar saat ini sedang terjadi kerusuhan antara warga Dayak dan warga Bugis tapi

Saya berangkat dari Tanjung Redeb Kab. Berau sekitar pukul 9.40 WITA start dari terminal taksi Berau. Oya, disini yang dinamakan taksi adalah angkot dan termasuk juga mobil-mobil plat hitam yang merupakan mobil travel. Tarif reguler dari Tanjung Redeb (Berau) ke Tanjung Selor adalah Rp. 70.000,- sedangkan jika ingin menyewa taksi secara private maka tarifnya berkisar antara Rp. 300.000,- s/d 450.000,- (jika berangkat malam dari Berau).

Sistem keberangkatan taksi dari Berau ke Tanjung Selor adalah menunggu hingga penumpang penuh, dan jika kurang beruntung bisa saja menunggu hingga 3 jam atau terpaksa menyewa taksi dengan harga khusus diatas. Beruntung saya hanya menunggu sekitar 20 menit karena kebetulan ada mobil yang sudah disewa seseorang kemudian saya disusupkan dan dibilang saudara ipar mas Kino (sopir taksi, -red). Well…, sesuatu banget bagi saya karena tidak perlu menunggu lama dan berdesak-desakan dengan penumpang lain karena semobil hanya berdua sehingga saya bisa leluasa mengambil beberapa gambar :D.

Jalur Tanjung Redeb – Tanjung Selor dapat dikatakan cukup mulus karena sepanjang jalur tersebut sudah aspal yang cukup halus, meski jalan melikuk-likuk dan naik turun melewati hutan, namun perlu tetap perlu hati-hati, karena beberapa lokasi terdapat longsor, berlubang dan bergelombang. Jarak Tanjung Redeb – Tanjung sekitar 125km ditempuh dalam waktu 2.5 jam dengan rata-rata kecepatan 60-80 km/h tanpa istirahat. Sekitar jam 12 WITA saya tiba di asrama KODIM 093 dirumah dinas Pak Purnomo selaku tujuan saya mampir ke Tanjung Selor, Alhamdulillah saya tiba ditempat tujuan dengan selamat :D.

Karena sudah masuk waktu sholat Jum’at maka saya, Pak Pur dan dua jagoan kecilnya segera meluncur ke masjid Agung Tanjung Selor dan sepulang dari masjid, kepiting saus padang plus kerang manis  rebus menunggu untuk disantap :D. Jam sudah menunjukan pukul 13:45 WITA dan Pak Pur terlihat bersiap-siap kembali ke kantor untuk melanjutkan aktivitasnya, eh saya diajak ke kantor (ngikut yuk… :p). Dikantor saya diberitahu tentang kronologis peristiwa kerusuhan yang terjadi beberapa hari lalu, yang ternyata tidak seheboh seperti yang saya dengar, ahh… dasar budaya hiperbolis provokatif.

Sekitar jam 16 pulang kerumah dan selanjutnya diajak Pak Pur ke tepian (tepi sungai) sebagai tempat “nongkrong” para remaja dan  penghobi mancing :D. Disini saya sempat mengambil beberapa gambar ngasal seperti dibawah :p


Menjelang magrib, kami pulang kerumah untuk mandi dan melanjutkan aktivitas lainnya, tentu saja makan….., lagi-lagi sebakul kepiting air tawar dan kerang manis rebus menjadi hidangan menggoda malam ini :D. Setelah selesai makan, saya menemani anak-anak bermain kembang api yang dibeli tadi sore.  Tiba-tiba saya dipanggil kerumah dan terlihat 3 buah durian siap untuk disantap, wew…., baru saja makan kepiting langsung disusul durian…, menurut mitos bakal pusing-pusing, namun tidak terbukti pada saya.. :p

Malamnya saya diajak berkeliling di jalan-jalan utama kabupaten Bulungan (Tanjung Selor) dan benar saja, seperti dikampung saya jam 8 malam sudah sepi. Melihat ke langit saya cukup kagum dengan keindahannya, disini masih terlihat sangat jelas taburan bintang menghias angkasa, sayang sekali saya tidak dapat berhenti untuk mengabadikannya ( I hope for tomorrow). Perjalan berlanjut ke pusat kota Tanjung Selor, yang tidak terlalu luas (mungkin sepanjang jalan Ampera Raya di Cilandak Jakarta).  Oke guys…, see you tomorrow :)

foto-foto lainnya dapat dilihat di Matakanan.Com

One thought on “Mengenal Tepian Utara Indonesia

  1. wah, jadi inget masa kecil saya dulu di kota tanjung selor pas papa jadi dandim kodim itu :D hahaha kangen sama kotanya, makasih sudah berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*