howtouseanda

Penggunaan kata “anda, kamu, you”

Tiba-tiba saya teringat tentang sebuah peristiwa dimana kala itu terjadi pembina jurnalis saya mengacuhkan panggilan dari salah satu panitia kegiatan karena salah menggunakan kata sapaan. Yep, jurnalis memang dituntut untuk sempurna dalam menggunakan kata atau kalimat, tidak boleh meleset sedikitpun karena fatal akibatnya.

Selang beberapa waktu setelah acara tersebut, saya dan teman-teman berkunjung ke rumah beliau untuk bersilaturahmi dan munculah pertanyaan kenapa waktu itu tidak merespon ketika dipanggil oleh panitia kegiatan. Beliau menyampaikan bahwa akar dari masalahnya adalah sepele, yakni panitia menyapanya dengan kata “anda” . Akhirnya kami dijelaskan tentang penggunaan kata “anda” dalam berkomunikasi.

Kata “anda” sama sekali berbeda dengan kamu, ente, lu, dan mempunyai penempatan yang berbeda dari masing-masing katanya. Tidak sama dengan bahsa inggris yang hanya menggunakan “you” untuk menyebut orang kedua, baik itu lebih muda, lebih tua ataupun sepadan. Jika kita bertemu dengan orang yang lebih tua kemudian kita menyapa ” kamu apa kabar?” bagaimana rasanya? Tentu saja orang dia akan merasa tersinggung karena kata kamu untuk orang yang lebih tua bersifat menyetarakan orang tersebut dengan kita (merendahkan). Kata kamu hanya tepat digunakan untuk komunikasi antar orang yang sepadan dari segi usia, pangkat orang tersebut dalam sebuah organisasi, atau atasan kepada bawahannya. Berbeda sekali bukan dengan penggunaan kata “you”?

Oke, kembali ke kata “anda”. Kata ini merupakan imbuhan akhir dari “kakanda, ibunda, ayahanda, adinda” dan ditujukan untuk menyamai kata “you” dalam bahasa inggris yang penggunaannya sangat universal. Namun dalam kehidupan sehari-hari, kata “anda” untuk menyebut orang kedua tunggal ini terkesan sangat ¬†formil dan sangat tidak luwes. Kata “anda” dapat digunakan dalam sebuah acara diskusi yang ditonton oleh banyak orang atau acara sejenisnya, dalam hal ini posisi antara moderator dan narasumber adalah sama dimata penonton sehingga penyebutan “anda” terasa luwes.

Saya cukup menghindari penggunaan kata ‘anda” dalam setiap berkomunikasi dengan siapapun karena terasa sangat tidak akrab dan ketika saya mereview penggunaan kata “anda” adalah lebih kepada kesan untuk menganggap diri saya lebih lebih pintar, lebih berkelas, atau dalam istilah jawa merasa lebih¬†priayi dibanding dengan orang yang diajak berbicara. Kurang lebih, penggunaan kata “anda” hampir sama dengan kata kamu, namun penggunaan “anda” lebih sesuai jika digunakan untuk menyapa orang yang lebih muda, pegawai / bawahan yang belum kita kenal. Secara tidak langsung, penggunaan kata “anda” dapat mencerminkan seseorang yang ingin dianggap lebih dan menegaskan jarak antara dia yang orang yang diajak bicara.

Berbeda lagi halnya ketika saya menyapa pembaca dengan sebutan “anda”, dan dalam hal ini penggunaan kata “anda” dianggap tepat karena kondisinya saya tidak tahu siapa Anda (pembaca, -red) dan bersifat universal, siapapun, berapapun usianya dan apapun pekerjaannya bisa membaca tulisan ini. Kata “anda” juga dapat digunakan pada proses meng-interview calon karyawan untuk menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memang berkelas dan kita yang mewakili perusahaan untuk menyampaikan pesan tersebut. Kata lain untuk mengganti kata “anda” dalam kondisi tersebut adalah dengan menyebut genre “bapak/ibu” karena lebih familiar dan lebih sopan. Titik koma sangat mencerminkan kondisi atau kepribadian kita (galau, suntuk, unmood, galak, dll) :).

Terimakasih Pak Ali mahsun :d

One thought on “Penggunaan kata “anda, kamu, you”

  1. Dalam setiap bahasa di Dunia ini pasti Ada penggunaan kata ” I ” Dan ” you ”
    Dalam bahasa Indoensia ” Saya ” Dan ” kamu/ anda ”
    Dalam bahasa Jawa ” aku ” Dan ” kon/ sampeyan”
    Dalam tulisan diatas anda berusaha untuk meniadakan atau menghilangkan kata ” you atau anda ” Dan mengganti dengan kata ” madam / sir atau bapak / ibu

    Hal ini jelas jelas Salah Baik itu dari segi Tata bahasa Indoensia atau Inggris atau bahasa Manapun di Dunia ini.
    I Dan you tetap harus Ada dalam setiap komunikasi.

    Orang Indoensia punya kebiasaan mengganti kata kata seenaknya meskipun itu jelas jelas Salah
    Contoh yang paling sering Saya lihat adalah memanggil anak sendiri dengan sebutan ” kakak ” atau ” adik ”
    Apapun alasannya Hal itu adalah Salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*