tamron1750

Review Tamron SP AF17-50mm F/2.8 XR LD Aspherical IF for Nikon

Saya baru saja membeli lensa wide zoom Tamron SP AF17-50mm F/2.8 XR LD Aspherical IF for Nikon yang merupakan lensa pilihan saya setelah membaca berbagai review di beberapa forum seperti fotografer.net, dpreview.com, kenrockwell.com dan beberapa situs photo review lainnya. Ada beberapa alasan kenapa saya memilih lensa ini dan yang paling make sense adalah masalah kantong :D. Saya sempat berpikir apakah harus mengeluarkan uang sekitar 12 juta rupiah hanya untuk sebuah lensa? Continue reading “Review Tamron SP AF17-50mm F/2.8 XR LD Aspherical IF for Nikon” »


d5000

Bercerai dengan Nikon D5000

Sejak kemarin (6/12/2010)  saya tidak memiliki kamera SLR lagi, keputusan saya untuk menceraikan Nikon D5000 nampaknya sudah bulat dan harap-harap mendapat DSLR dengan level diatasnya. Hm…, mungkin saya akan bercerita tentang pengalaman selama merajut cinta dengan DSLR entry level Nikon D5000.

Saya membeli Nikon D5000 sejak juli 2010 dan tentunya usianya bersama saya masih seumuran jagung, meski demikian pengalaman bersama Nikon D5000 adalah pengalaman saya bersama DSLR untuk pertama kalinya sedangkan sebelum-sebelumnya adalah CUMI (CUma MInjem) :D. Sebenarnya Nikon D5000 sudah cukup powerfull dengan segudang fitur yang dimilikinya dan rasanya sudah cukup untuk kebutuhan saya sebagai hobi. Namun siapa sangka perceraian ini begitu cepat terjadi :D

Beberapa hal yang membuat saya ingin pindah level adalah karena support lensa pada Nikon D5000 cukup mahal, kamera ini mengharuskan lensa bertipe AF-S atau lensa yang sudah menggunakan motor. Huh, saya tidak ingin menghabiskan anggaran hanya untuk membeli lensa, jadi saya pikir sebaiknya sekali membeli body yang bisa untuk segala macam lensa, entah D90 atau D300s (Wow…) :D.

Mungkinkah ini adalah keputusan yang sangat emosional? Mungkin saja, tapi saya tidak ingin menghabiskan uang hanya untuk lensa terus menerus dan saya tidak ingin berhenti membeli lensa karena keterbatasan anggaran :D.