openvz_logo

How to configure IPv6 on OpenVZ

I have been use OpenVZ since 2 years ago, and there was no critical issue. As we know, this blog had IPv6 address record in DNS and it was running for few months. The problems was come after I changed the distribution router to OpenBSD and I need to change routing table on core router. This article will show how to setup IPv6 in OpenVZ container and make the VPS IPv6 ready. Continue reading “How to configure IPv6 on OpenVZ” »


ipv6-v2

Hari IPv6 a.k.a IPv6 Day

Pada tanggal 8 Juni 2011 Google, Facebook, Yahoo!, Akamai and Limelight Networks merupakan beberapa organisasi besar yang akan menggunakan IPv6 di website-website utama mereka. Uji coba implementasi IPv6 ini akan dilakukan selama 24 jam pada tanggal tersebut. Tujuan dari IPv6 Day ini adalah untuk memotivasi organisasi di seluruh industri penyedia layanan Internet, pembuat perangkat keras, sistem operasi dan vendor perusahaan web agar mempersiapkan layanan mereka untuk IPv6 dan memastikan transisi ke IPv6 dari IPv6 yang mendekati habis.

Continue reading “Hari IPv6 a.k.a IPv6 Day” »


Konfigurasi IPv6 di NGINX

Sehubungan dengan ditambahkannya IPv6 di server saya, hal yang harus segera saya lakukan adalah dengan meng-enable IPv6 di webserver (NGINX) agar semua domain lebih cihui dengan menggunakan IPv6. Saat ini banyak organisasi telekomunikasi, teknologi informasi yang telah mengaplikasikan IPv6 untuk keperluan sehari-hari mereka, begitu juga dengan corporate tempat saya bekerja yang sedang melakukan improvisasi IPv6 kedalam infrastrukturnya.

NGINX merupakan alternatif web server dari apache yang sudah membumi, namun semenjak saya menggunakan nginx saya cukup terkesan dengan performa NGINX karena memang jauh lebih keren daripada apache, meski untuk urusan modul apache jauh lebih lengkap. NGINX sudah mendukup IPv6 namun secara default module ini harus disertakan pada saat melakukan compile package. Berikut ini adalah step by step bagaimana mengkonfigurasi NGINX dengan dukungan IPv6 dan juga virtualhost dengan menggunakan IPv6…

Langkah pertama adalah memastikan apakah NGINX yang diinstall sudah mendukung IPv6?

$ /usr/sbin/nginx -V
nginx version: nginx/0.8.54
built by gcc 4.1.2 20080704 (Red Hat 4.1.2-48)
TLS SNI support disabled
configure arguments: –prefix=/usr/local/nginx……….  –with-ipv6

Jika terdapat “–with-ipv6” maka nginx telah mendukung IPv6 dan jika tidak ditemukan maka kita dapat melakukan compile ulang dengan menambahkan –with-ipv6 pada saat configure. Selanjutnya adalah mencoba melakukan setting virtualhost agar menggunakan ipv6, langkahnya adalah dengan mengedit konfigurasi virtualhost dengan menambahkan binding port agar listen ke ipv6.

$ sudo vi /usr/local/nginx/conf/vhost/default

server {
listen  80;
listen [::]:80 default ipv6only=on;
listen [::]:443 default ipv6only=on;
server_name _;

“default ipv6only=on” adalah agar port tesebut hanya listen pada ipv6 sehingga tidak bentrok dengan port 80 yang digunakan ipv4, jika default upv4only=on dihilangkan maka akan muncul pesan error seperti dibawah ini:

Starting nginx: [emerg]: bind() to [::]:80 failed (98: Address already in use)
[emerg]: bind() to 0.0.0.0:443 failed (98: Address already in use)
[emerg]: bind() to [::]:80 failed (98: Address already in use)
[emerg]: bind() to 0.0.0.0:443 failed (98: Address already in use)
[emerg]: bind() to [::]:80 failed (98: Address already in use)
[emerg]: bind() to 0.0.0.0:443 failed (98: Address already in use)

Oke, next adalah konfigurasi virtualhost untuk spesifik domain agar listen ke ipv6 dan konfigurasinya seperti dibawah ini:

server {
listen      blog.pnyet.web.id:80;
listen [2406:2400:dc7f::d4e7:130]:80;
server_name  blog.pnyet.web.id;

server {
listen      blog.pnyet.web.id:443;
listen [2406:2400:dc7f::d4e7:130]:443;
server_name  blog.pnyet.web.id;

Simpan konfigurasi tersebut diatas dan lihat apakah binding http port dan https port sudah listen ke IPv6, jika sudah maka hasilnya akan seperti ini:

tcp        0      0 0.0.0.0:80                  0.0.0.0:*                   LISTEN      32580/nginx.conf
tcp        0      0 0.0.0.0:443                 0.0.0.0:*                   LISTEN      32580/nginx.conf
tcp        0      0 :::80                       :::*                        LISTEN      32580/nginx.conf
tcp        0      0 :::443                      :::*                        LISTEN      32580/nginx.conf

Nah, dari tulisan ini saya harapkan agar IPv6 lebih dikenali dan diminati karena semakin menipisnya Ipv4 seperti ozon dibumi :p