[Solved] error : virNetServerMDNSStart:460 : internal error Failed to create mDNS client: Daemon not running

Today I’m getting error when trying to start libvirtd with the following error messages from /var/log/libvirtd.log

2012-09-19 06:56:19.400+0000: 3749: error : virNetServerMDNSStart:460 : internal error Failed to create mDNS client: Daemon not running

Please use the following steps to fix it:
yum -y install avahi
service messagebus start
service avahi-daemon start
service libvirtd start

Avahi-daemon registers local IP addresses and static services using mDNS/DNS-SD and provides two IPC APIs for local programs to make use of the mDNS record cache the avahi-daemon maintains. First there is the so called “simple protocol” which is used exclusively by avahi-dnsconfd (a daemon which configures unicast DNS servers using server info published via mDNS) and nss-mdns (a libc NSS plugin, providing name resolution via mDNS). Finally there is the D-Bus interface which provides a rich object oriented interface to D-Bus enabled applications. (linux.die)


Compiz Logo

Solved Ubuntu icons close minimize maximize disappeared!

Compiz LogoTonight I have a plan to maintenance two servers in my office, but my laptop seems not good, sometimes desktop is freeze and can’t click anything, so I have to restart for several times. Ok, let’s change back from Unity to Gnome classic, and after changed to Gnome classic my desktop seems good. Something stupid make me broken, I’ve enable some effect in Compiz config manager and make some menus disappeared!. Where is “close, minimize, maximize” window menu? Continue reading “Solved Ubuntu icons close minimize maximize disappeared!” »


bridge

Linux Ethernet Bridging

Bridge adalah jembatan, begitu pula fungsi ethernet bridging di sistem operasi yaitu untuk menghubungkan paket data dan meneruskannya ke tujuan layaknya mobil yang melewati jembatan, ethernet bridging biasanya diimplementasikan sebagai transparent firewall atau traffic shapper sedangkan saya sendiri menggunakan ethernet bridging ini untuk kedua fungsi diatas. Berikut kutipan dari websitenya:

Ethernet bridging is a way to connect networks together to form a larger network. The standard for bridging is ANSI/IEEE 802.1d. A bridge is a way to connect two separate network segments together in a protocol-independent way. Packets are forwarded based on Ethernet address, rather than IP address (like a router). Since forwarding is done at Layer 2, all protocols can go transparently through a bridge.

Lagi-lagi hal ini saya lakukan under CentOS 5.5 Final release dengan menggunakan intel Pentium 3 880Mhz RAM 256 HDD 10GB 2 buah lancard intel gigabyte. Paket aplikasi yang diinstall adalah bridge-utils, let’s do it:

# yum install bridge-utils
Setelah menyimpan semua konfigurasi diatas sebaiknya create dulu interface untuk bridging yang akan dinamai br0, dan kita assign eth0 dan eth1 ke bridge interface br0.
# brctl addbr br0
# brctl addif br0 eth0
# brctl addif br0 eth1
Buat konfigurasi bridge interface /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-br0:
# vi  /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-br0
DEVICE=br0
TYPE=Bridge
IPADDR=10.173.65.5
GATEWAY=10.173.65.1
NETMASK=255.255.255.248
ONBOOT=yes
Kemudian ubah konfigurasi eth0 dan eth1
# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
DEVICE=eth0
TYPE=ETHER
BRIDGE=br0
ONBOOT=yes
# vi etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
DEVICE=eth1
TYPE=ETHER
BRIDGE=br0
ONBOOT=yes
Selanjutnya restart service network:
# /etc/init.d/network restart
Selanjutnya lihat konfigurasi IP address dengan ifconfig seharusnya muncul parameter bro sesuai dengan konfigurasi bridge interface diatas:
# ifconfig |more
br0       Link encap:Ethernet  HWaddr 00:22:9A:5C:0T:2D
inet addr:10.173.65.5  Bcast:10.173.65.7  Mask:255.255.255.248
inet6 addr: fe80::226:5aff:fe6c:e2c/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:6035 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:357 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:338318 (330.3 KiB)  TX bytes:46389 (45.3 KiB)
Hope this useful :)
Originally posted at http://pnyet.web.id

linux_wind

Kenapa memilih linux?

Awal menggunakan komputer, saya masih kenal dengan sistem operasi DOS, windows 1995, windows 1998, windows Me dan windows 2000. Bagi saya sangat menarik karena sudah tidak perlu lagi disket untuk menjalankan aplikasi lotus dan lain-lain, dulu yang paling saya gemari adalah game PC Commanders, game yang sangat menarik waktu itu. Kemudian beranjak ke jenjang pendidikan selanjutnya saya tidak berkonsentrasi di dunia komputer melainkan di elektronika arus lemah.

Namun mulai bekerja saya justru terjun di dunia komputer yang sewaktu kecil cukup saya senangi (game-gamenya), mulailah saya menggunakan windows NT family. Masalah yang saya alami ketika menggunakan windows adalah tak bosan-bosannya membersihkan virus dan melakukan format komputer di workstation maupun komputer sendiri. Capek, jenuh…, gonta ganti antivirus tapi masih tetap tidak menyelesikan masalah, ya mungkin ini tak lepas dari pengetahuan saya yang minim mengenai komputer.

Kemudian ada burung membawa kabar tapi bukan kabar burung, saya mendengar dari salah seorang teman yang menceletuk “nggaweo linux lek nggak pengen kenek virus” (pakai linux kalau nggak ingin terkena virus). Berdasarkan key “linux” akhirnya saya mencari beberapa referensi dan membaca artikel-artikel yang sudah bertebaran di internet (meski tidak seperti tahun-tahun terakhir ini yang sudah sangat banyak). Pertama kali saya menggunakan linux waktu itu Red hat 9 dan ketika sudah bisa instalasi saja saya sangat merasa senang sampai-sampai tidak tidur 2 malam hanya untuk melakukan sharing folder dan menjadikannya gateway (lol).

Susah sekali menggunakan Linux, itulah yang terbesit waktu itu, dan memang susah sih :D (jalaran rung kulino). Suatu ketika saya melihat teman yang tadinya nyeletuk mengenai linux mengetik huruf-huruf sehingga menjadi kata-kata yang asing bagi saya (disebut CLI) dan hanya terbengong-bengong saja saya dibuatnya. Wuih apaan tuh, keren…., hacker? itulah kata-kata yang keluar dari mulut saya dan ternyata mengundang tawa dari teman, tawa merendahkan :D. Baru saya tau ternyata linux bisa jalan di mode seperti itu (mirip DOS prompt).

Menjadi lucu sekali ketika mengingat waktu itu punya motivasi cupu untuk belajar linux “ah.., aku ingin seperti hacker, menggunakan komputer yang orang lain tidak mengerti”. Hahaha, betapa alasan yang sangat masuk akal bagi anak-anak :D. Lambat laun alasan tersebut bergeser menjadi lebih berbobot, yakni karena kehandalan linux terhadap virus dan karena sifatnya yang open source  namun juga reliable untuk kebutuhan networking. Hingga akhirnya bisa membandingkan antara windows dan linux dengan menjalankan service yang sama dengan spesifikasi sama dan hasil yang berbeda, dan linux terbukti lebih reliable, dan multi platform.

Dari sisi securitas, kedua OS ini sama-sama tergantung ke pihak lain, jika windows mengalami masalah atau ada bug di sistemnya maka user akan tergantung pada microsoft selaku pembuatnya namun jika terdapat BUG di Linux maka user bisa mencoba memperbaiki BUG tersebut tanpa harus menunggu pihak lain, dan BUG di Linux cenderung lebih cepat diatasi karena Linux tidak tergantung pada satu organisasi bisnis melainkan komunitas dan orang-orang baik yang mau berbagi ilmu tanpa reward apapun dari ilmu yang diberikan ke orang lain, bisa dibilang mayoritas pengembang Linux mewarisi  sifat-sifat baik ini.

Yang paling penting bagi saya adalah terpenuhinya kebutuhan (reliable, secure, faster, cheap), apalagi yang diperlukan? Kenapa harus membuang devisa negara hanya untuk membuat Email Server, Domain Control, DNS Server, File Server, Clustering, Virtualization, NAS, SAN dan lain-lain? Linux & FOSS memberikan semua jawabannya :)