tamron1750

Review Tamron SP AF17-50mm F/2.8 XR LD Aspherical IF for Nikon

Saya baru saja membeli lensa wide zoom Tamron SP AF17-50mm F/2.8 XR LD Aspherical IF for Nikon yang merupakan lensa pilihan saya setelah membaca berbagai review di beberapa forum seperti fotografer.net, dpreview.com, kenrockwell.com dan beberapa situs photo review lainnya. Ada beberapa alasan kenapa saya memilih lensa ini dan yang paling make sense adalah masalah kantong :D. Saya sempat berpikir apakah harus mengeluarkan uang sekitar 12 juta rupiah hanya untuk sebuah lensa? Continue reading “Review Tamron SP AF17-50mm F/2.8 XR LD Aspherical IF for Nikon” »


D5000

Meminang Nikon D5000

Setelah lama menimbang dan menabung akhirnya saya putuskan untuk meminang nikon D5000 dengan lensa kit 18-55 VR dengan mahar 5,870rb rupiah, harga yang tidak murah bagi office boy seperti saya ini tapi ap mau dikata lha wong sudah ngebet dan kebelet ya dibeli saja daripada nggak bisa tidur :D. Sebelumnya saya membandingkan nikon D3000 dan Canon EOS1000D, overall kedua kamera entry level ini sudah mencukupi kebutuhan saya (hanya hobi). Setelah mencoba dan menjepret dengan lens kit nya saya pikir hasilnya bagus (opini dari newbie jepret) nah karena penasaran dengan entry level lainnya maka saya mencoba nikon D5000, hm…. kesan pertama lumayan menggoda. Nikon D5000 di pegang lebih mantab karena ukurannya agak lebih besar daripadan nikon D3000 dan pas banget dengan tangan saya yang agak lebar :D.

Akhirnya karena kurang puas dengan nikon D3000 setelah melihat D5000 saya putuskan untuk menunda pembelian dan menabung untuk menutupi kekurangan harganya maklum selain office boy saya juga mahasiswa mandiri :D. Dan akhirnya sekarang nikon D5000 sudah ditangan, dibawah ini beberapa jepretan amatir dari D5000 dengan lens kit 18-55 VR + kenko UV Filter


Hobiku bangkit dari kubur…

Sedjak dahulu kala saya memang menggemari “hobi” yang satu ini, atau tepatnya sedjak SMP saya sudah menggemari seni photoghrapy. Pertama kali saya memegang kamera adalah poket kodak tipenya saya lupa tapi yang pasti kamera itu kini menjadi bangkai, yach namanya juga sudah udzur :D. Dulu…., untuk memegang kamera saya harus menabung sebulan hanya sekedar membeli film satu roll yang harganya waktu itu untuk asa 200 sekitar Rp. 25.000,-. Susah sekali rasanya untuk bisa memencet shutter karena saya harus berpuasa jajan selama kurang lebih sebulan utnuk membeli film :D, atau jalan pintas ya menggelapkan uang SPP :oops:. Continue reading “Hobiku bangkit dari kubur…” »