cyberwarefare

China membangun Cyber Warfare

Militer China telah membentuk satuan elit keamanan internet yang bertugas untuk menangkal serangan cyber. Pada hari Jum’at lalu, media pemerintah menyangkal bahwa inisiatif tersebut dimaksudkan untuk menciptakan “Hacker army”.

The People’s Liberation Army dilaporkan telah menginvestasikan puluhan juta yuan (jutaan dolar) untuk proyek tersebut, hal ini untuk memastikan alarm diseluruh dunia antara pemerintah dan bisnis terhadap niat beijing.

“Cyber attacks telah menjadi masalah internasional yang mempengaruhi wilayah sipil dan militer” dikutip dari Global Times kementrian pertahanan China Geng Yansheng sebagai juru bicara dalam briefing langka minggu ini.

China relatif lemah dalam hal cyber security dan sering menjadi targer cyber attack. Program sementara ini bertujuan untuk meningkatkan pertahanan China terhadap cyber attack.

30 member “Cyber Blue Team” yang merupakan kekuatan inti dari PLA – telah diselenggarakan dibawah komando militer Guangdong di china bagian selatan dan akan melakukan latihan perang cyber.

Amerika Serikat, Asutralia, Jerman dan negara-negara barat lainnya telah lama menuduh bahwa hacker china melakukan berbagai macam serangan cyber pada system komputer pemerintah dan perusahaan seluruh dunia.

Tetapi dalam komentarnya, Global Times mengecam “beberapa media asing” untuk menafsirkan bahwa program tersebut sebagai tempat untuk mengembangkan “Hacker army”.

“Kemampuan China sering dibesar-besarkan tanpa bukti yang jelas dan sering dituduh sebagai penyebab cbyer attack di US dan eropa”. kata Global Times.

“China perlu mengembangkan kekuatan pertahanan cyber mereka karena jika tidak maka mereka akan tetap berada pada belas kasihan orang lain.”

Militer China telah menerima kenaikan anggaran sebanyak dua digit dalam dua dekade terakhir, dan hal ini mereka gunakan untuk mengembangkan kekuatan yang lebih modern dan semakin mampu untuk menghadapi perang teknologi.

Pada tahun 2007, Pentagon menyuarakan keprihatinan mereka mengenai tes serangan rudal balistik China yang sukses di satelit, sebuah senjata yang dapat digunakan untuk melumpuhkan komunikasi berteknologi tinggi musuh-musuhnya.

Perusahaan security MacAfee mengatakan, pada bulan Februari bahwa hacker China telah menyusup ke komputer perusahaan minyak global dan mencuri dokumen keuangan tentang rencana penawaran dan informasi rahasia lainnya.

Menurut US diplomatic cable yang diterbitkan oleh WikiLeaks, Amerika Serikat percaya bahwa kepemimpinan China telah mengarahkan pada kampanye hacking utnuk melawan raksas internet AS seperti Google dan pemerintah barat.

Kedutaan AS di Beijing mengatakan, belajar dari “a Chinese contact” bahwa Politburo telah menyebabkan tahun hacking ke komputer di Amerika Serikat, sekutu dan diasingkan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama.

source: packetstormsecurity.org


nginx2

nginx-1.0.0 stable version has been released

NGINX adalah aplikasi open source  web server, reverse proxy  dan e-mail (IMAP/POP3) proxy yang dirilis dibawah lisensi BSD. Proyek NGINX dijalankan sekitar 9 tahun yang lalu (2008) dengan rilis pertamanya versi 0.1.0. Saya belum lama ini telah memindahkan beberapa web server berbasis apache ke nginx dan telah menjalankan nginx sebagai reverse proxy untuk web service beberapa bulan terakhir. Saya cukup terkesan dengan performa yang ditawarkan oleh NGINX, sangat terasa bedanya dengan aplikasi web server lainnya. Continue reading “nginx-1.0.0 stable version has been released” »


linux_wind

Kenapa memilih linux?

Awal menggunakan komputer, saya masih kenal dengan sistem operasi DOS, windows 1995, windows 1998, windows Me dan windows 2000. Bagi saya sangat menarik karena sudah tidak perlu lagi disket untuk menjalankan aplikasi lotus dan lain-lain, dulu yang paling saya gemari adalah game PC Commanders, game yang sangat menarik waktu itu. Kemudian beranjak ke jenjang pendidikan selanjutnya saya tidak berkonsentrasi di dunia komputer melainkan di elektronika arus lemah.

Namun mulai bekerja saya justru terjun di dunia komputer yang sewaktu kecil cukup saya senangi (game-gamenya), mulailah saya menggunakan windows NT family. Masalah yang saya alami ketika menggunakan windows adalah tak bosan-bosannya membersihkan virus dan melakukan format komputer di workstation maupun komputer sendiri. Capek, jenuh…, gonta ganti antivirus tapi masih tetap tidak menyelesikan masalah, ya mungkin ini tak lepas dari pengetahuan saya yang minim mengenai komputer.

Kemudian ada burung membawa kabar tapi bukan kabar burung, saya mendengar dari salah seorang teman yang menceletuk “nggaweo linux lek nggak pengen kenek virus” (pakai linux kalau nggak ingin terkena virus). Berdasarkan key “linux” akhirnya saya mencari beberapa referensi dan membaca artikel-artikel yang sudah bertebaran di internet (meski tidak seperti tahun-tahun terakhir ini yang sudah sangat banyak). Pertama kali saya menggunakan linux waktu itu Red hat 9 dan ketika sudah bisa instalasi saja saya sangat merasa senang sampai-sampai tidak tidur 2 malam hanya untuk melakukan sharing folder dan menjadikannya gateway (lol).

Susah sekali menggunakan Linux, itulah yang terbesit waktu itu, dan memang susah sih :D (jalaran rung kulino). Suatu ketika saya melihat teman yang tadinya nyeletuk mengenai linux mengetik huruf-huruf sehingga menjadi kata-kata yang asing bagi saya (disebut CLI) dan hanya terbengong-bengong saja saya dibuatnya. Wuih apaan tuh, keren…., hacker? itulah kata-kata yang keluar dari mulut saya dan ternyata mengundang tawa dari teman, tawa merendahkan :D. Baru saya tau ternyata linux bisa jalan di mode seperti itu (mirip DOS prompt).

Menjadi lucu sekali ketika mengingat waktu itu punya motivasi cupu untuk belajar linux “ah.., aku ingin seperti hacker, menggunakan komputer yang orang lain tidak mengerti”. Hahaha, betapa alasan yang sangat masuk akal bagi anak-anak :D. Lambat laun alasan tersebut bergeser menjadi lebih berbobot, yakni karena kehandalan linux terhadap virus dan karena sifatnya yang open source  namun juga reliable untuk kebutuhan networking. Hingga akhirnya bisa membandingkan antara windows dan linux dengan menjalankan service yang sama dengan spesifikasi sama dan hasil yang berbeda, dan linux terbukti lebih reliable, dan multi platform.

Dari sisi securitas, kedua OS ini sama-sama tergantung ke pihak lain, jika windows mengalami masalah atau ada bug di sistemnya maka user akan tergantung pada microsoft selaku pembuatnya namun jika terdapat BUG di Linux maka user bisa mencoba memperbaiki BUG tersebut tanpa harus menunggu pihak lain, dan BUG di Linux cenderung lebih cepat diatasi karena Linux tidak tergantung pada satu organisasi bisnis melainkan komunitas dan orang-orang baik yang mau berbagi ilmu tanpa reward apapun dari ilmu yang diberikan ke orang lain, bisa dibilang mayoritas pengembang Linux mewarisi  sifat-sifat baik ini.

Yang paling penting bagi saya adalah terpenuhinya kebutuhan (reliable, secure, faster, cheap), apalagi yang diperlukan? Kenapa harus membuang devisa negara hanya untuk membuat Email Server, Domain Control, DNS Server, File Server, Clustering, Virtualization, NAS, SAN dan lain-lain? Linux & FOSS memberikan semua jawabannya :)


windows-linux

Migrasi Windows Active Directory ke Linux Samba OpenLDAP

Windows Active Directory merupakan platform closed source dan menjadi andalan bagi perusahaan-perusahaan yang mempunyai banyak anggaran untuk insfrastruktur TI mereka. Windows AD mempunyai banyak kelebihan dalam memenuhi fungsinya sebagai domain controller, lalu bagaimana dengan perusahaan yang berbudget rendah? Continue reading “Migrasi Windows Active Directory ke Linux Samba OpenLDAP” »